MY SHINee GIRL Part 65

————————————–
My SHINee Girl ( Part 65 )
————————————–

Title : My SHINee Girl
Genre : Comedy Romance
Cast : Kim Ki Bum a.k.a Key
You ( Reader ) a.k.a Han Yun Ju
Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
Choi Minho a.k.a Minho
Lee Jin Ki a.k.a Onew
Lee Taemin a.k.a Taemin

Supporting Cast : Park Sun Hwa
Shin Soo Jung

“ Mana Noona??” tanya Taemin sambil terus mengunyah jeruk yang dia makan.
“ Mollayo.” Jawab Jonghyun singkat
“ Dikamarnya. Sejak aku pulang tadi, dia sekalipun tidak keluar dari kamarnya”
Sambung Onew.
“ Waeyo??” Temin kembali bertanya. Onew menggeleng. “ Kalau begitu, aku akan melihatnya diatas” Taemin berlari keatas. Sesampainya didepan kamar Yun Ju.
“ Noona..!?? Noona???” panggilnya sambil mengetuk pintu Yun Ju.
“ Ye..” jawabnya
“ Kau kenapa?? Kenapa tidak keluar kamar dari tadi?? Gwaenchanayo??”
“ Ne, Taemin. Gwaenchana..aku hanya sedang malas keluar kamar. Aku sedang mengerjakan tugas kuliahku yang banyak tertinggal”
“ Ouh..Ne..geurae..! kalau kau lapar, makan malam sudah siap dibawah”
“ Ye..Joseumnida. Ah…Taemin, Gomawo”
“ Ne..Cheon.”
Taemin kembali turun kebawah. Menghampiri Onew, Jonghyun, dan Minho yang sudah menantinya.
“ Apa katanya?” tanya Minho
“ Dia sedang mengerjakan tugas kuliahnya”
“ Oh…syukurlah..” Onew menghela nafas.
“ ngomong-ngomong…dimana Key?? sudah selarut ini dia belum pulang”
“ Akhir-akhir ini Key hyung selalu keluyuran” omel Taemin
“ Biarkan saja..selama dia tidak membuat masalah lagi” kata Jonghyun.
Namun belum selesai omongan mereka, ternyata Key sudah tiba diruang tamu. Jalannya sedikit limbung dan sempoyongan. Wajahnya memerah. Dia menunduk saat melewati anggota yang lain. Key terus saja berjalan menuju tangga. Minho yang khawatir pun segera mendekatinya.
“ Kibum-ah…waeyo??? Kau darimana saja??” Minho menyentuh pundak Key. Key mengangkat wajahnya yang terlihat sangat kusut. Key tidak menjawab. Matanya merah dan terlihat sedikit sembab.
“ Key..!?” tanya Minho lagi. “ Ughhh…!!” Minho sedikit menarik diri dari Key.
“ Mwoya??” tanya Onew dari belakang.
“ Kau…minum soju ya..!??”
“ Hah..!??” tanya Key
“ nafasmu bau soju..!! Kau mabuk Key..!! berapa botol kau minum soju???” Minho bertanya sambil menekan keras pundak Key.
“ Mwo?? Key minum soju!???” Jonghyun terperangah. “ Sejak kapan kau belajar minum-minum, Hah..!??”
“ Sudahlah…aku baru saja bertemu dengan teman-teman lamaku…mereka hanya mengajakku minum sedikit saja kok..” jawab Key “ Aku mau ke atas..aku capek..selamat malam semuanya…!” Key berjalan melewati Minho yang keheranan melihat tingkah lakunya.
“ Aneh…!!anak itu semakin hari semakin aneh saja…aku pusing melihatnya..!!” gerutu Onew.
“ Key bukan peminum..! aku tahu benar itu. “ ujar Minho.
“ Sudahlah…! Toh dia sudah dewasa, umurnya juga sudah 20 tahun. Dia bebas melakukan apa yang dia inginkan. Minum soju berapa botol juga tak jadi masalah” cetus Onew.
“ Hyaa….jangan samakn dengan dirimu yang bisa minum sampai lima botol sekaligus.” Kata Jonghyun.
“ Mungkin Karena akhir-akhir ini dia banyak masalah”
“ Yah..mungkin. “

*****

Yun Ju duduk diam di atas tempat tidurnya. Pandangannya menerawang keluar jendela. Bias sinar bulan menerangi kamarnya yang temaram. Ditariknya nafas perlahan. Diliriknya meja kecil disamping tempat tidurnya. Sudah bersih. Diatasnya hanya ada jam weker berwarna putih yang selalu membangunkannya setiap pagi.
Pandangannya kini berganti kearah lehernya. Ia menunduk, menatap sesuatu yang tergantung di lehernya. Kalung gembok pemberian Key saat ulang tahunnya. Dipegangnya kalung itu.lama diamatinya. lalu, Yun Ju menarik nafas panjang. Ia memejamkannya matanya. Sambil terus menggenggam erat kalung dilehernya itu. Yun Ju membuka mata, bangkit dan berdiri dari duduknya.

Yun Ju P.O.V

Aku bangkit, melangkah mengitari kamarku. Kulihat dan kudatangi setiap sudutnya. Meja belajarku yang sangat kusukai. Buku-bukunya sudah kurapikan. Foto-foto yang kutempel disetiap sudut meja belajarku juga sudah kemasukkan kedalam albumku yang paling berharga. Dan ranjangku.. tempat tidurku yang selama tiga bulan ini sudah menjadi tempatku melepas lelah, melewati malam-malamku yang penuh kebahagiaan dan kesedihan. Sudah pasti aku akan sangat merindukannya.
Aku mematung, berdiam diri dan kemudian tersenyum kecut. Tanganku dengan amat sangat berat meraih gagang koper yang ada disebelahku. Kutarik dengan paksa koper itu menuju meja kecil disamping tempat tidurku. Kuletakkan sesuatu disana. Sebelumnya, kupandang sebuah foto yang terbingkai manis diatasnya. Foto seorang yeoja, dengan lima pria disekelilingnya. Semuanya tersenyum dengan bahagia dan penuh tawa. Namun , sekarang foto itu seolah menjadi buram seperti foto lama yang tinggal kenangan. Aku berbalik.. melangkah menuju pintu kamarku. Kuputar pelan-pelan kenopnya dan berdiri diambang pintu. Sekali lagi, aku berbalik menoleh kedalam kamarku. Sekejap, semua bayangan diputar ulang didepan mataku. Kupandangi kamarku untuk yang terakhir kali. dan akhirnya, dengan berat hati..aku menutupnya.
Aku berjalan beberapa langkah dari kamarku. Kini aku sampai didepan kamar Key. Aku diam sejenak. Ragu-ragu untuk menyentuh gagang pintunya. Namun, tekadku sudah bulat. Aku harus melakukannya. Aku memutar kenopnya, dan pintu kamar Key pun terbuka perlahan. Dengan susah payah aku membukanya agar tidak menimbulkan decitan. Kulangkahkan kakiku pelan-pelan. Aku memasuki kamarnya. Dalam temaram, aku bisa melihatnya tertidur sangat pulas di tempat tidurnya. Wajahnya yang amat sangat polos dan menggemaskan saat tidur itu, membuatku tak pernah menyangka kalau dia akan benar-benar menakutkan seperti siang tadi. Aku melangkah mendekati tempat tidurnya. Aku berdiri dihadapannya. Kupandangi setiap garis wajahnya. Dialah Key….namja yang sangat kucintai.

Backsound: Super Junior M- Blue Tommorow

Dao le ming tian (When it’s tomorrow, )
shuo hao bu zai jian mian (we agree not to meet again)
Zuo zai jie wei de dian (Sitting in the shop at the end of the road,)
wo yi ge ren dian le yi bei xiang nian (I ordered a cup of missing you )

“ Key.“ Ucapku lirih .“ Apa besok aku masih bisa memanggilmu lagi seperti ini?? Karena mulai malam ini semua akan berakhir… dan mulai besok…kita telah sepakat untuk melupakan segalanya..!!“

Dao le ming tian (When it’s tomorrow)
zhi neng rang ai ca jian (we can only let love pass by)
Liang ge ren de xiao lian (Before daybreak)
tian lian qian (two persons’ smiling)
bian cheng fan huang de zhao pian (faces become a yellowed photograph)

“ Kau..akan kembali ke kehidupanmu sebagai seorang anggota SHINee yang dicintai banyak orang,,, dan aku..juga akan kembali ke kehidupan sebagai fans yang hanya bisa memimpikanmu di dalam mimpi saja…“ kata-kataku terhenti sejenak. Mataku mulai terasa panas.

Dao le ming tian ni jiu li kai wo shen bian
(When it’s tomorrow, you will leave my side)
Dao le ming tian du zi xiang liu xing xu yuan
(When it’s tomorrow, I will wish upon a shooting star alone)

“ mulai besok.. aku akan pergi dari kehidupanmu… aku akan menjalani hari-hariku sendiri lagi…tanpa kau …dan tanpa SHINee..!!“ aku menahan airmataku untuk keluar. Padahal, sudah menggumpal penuh di pelupuk mata. Tanganku menggenggam erat gagang koperku.
“ Kau tahu Key…aku tidak pernah menyesali hari disaat aku diusir dari rumah sewaku…aku juga tidak pernah menyesali malam dimana aku dirampok habis-habisan dan tidak mempunyai apa-apa….aku malah sangat bersyukur kepada tuhan… karena dengan cara seperti itulah aku bisa bertemu denganmu…denganmu yang lebih berharga dari apapun!“ ucapku lagi panjang lebar.

Xiang yi chang dian ying de wan jie pian
(Just like the ending of a movie)
Wo men de jie ju ying yan shui de yu yan
(Our ending fulfilled the prediction of tears)

“ Bertemu denganmu…seperti sebuah scene di dalam film…hal yang tak pernah kubayangkan sama sekali…semua sudah diatur dalam skenario…dan sudah kelihatan jelas bagaimana akhirnya“ airmataku mulai menetes sedikit demi sedikit.

Sui le yi di de nuo yan
(Broken promises all over the ground)
ping cou bu hui de zuo tian
(the yesterday that cannot be pieced together again)

“ Apa kau ingat Key…?? kau pernah berjanji,, bahwa kau akan mengajakku melihat daun pohon mapple bersemi bersama-sama…??

Ke wo reng qi dai qi ji hui chu xian, oh no
(But I still look forward to the appearance of a miracle, oh no)

“aku berharap bahwa itu bisa menjadi kenyataan…aku berharap…ada sebuah keajaiban yang bisa membuat kita terus bersama…!!!

Er ni shen ying yue lai yue yuan
(Your shadow is drifting further and further away)

“tapi sepertinya sampai akhirpun tak ada keajaiban yang datang..“ Aku terisak pelan. Tak dapat lagi menyembunyikan semua kesedihanku. Semua rasa didalam hatiku seolah bercampur aduk menjadi satu. Aku tidak bisa mengontrol semuanya lagi.

“ Aku…aku menyerah Key. Aku menyerah dari semuanya. Aku menyerah karena semuanya semakin tampak mustahil di depan mataku. Mungkin,,, apa yang Soo Jung katakan… memang benar..! aku…hanya bisa duduk ditempatku dan memanggil namamu dari kejauhan tanpa pernah dipedulikan sedikitpun olehmu…!! pada akhirnya…akulah yang memilih untuk meninggalkan kalian duluan. Mungkin….ini akan lebih baik. Karena memang,, ini rumah kalian…dan akulah yang terlebih dahulu harus angkat kaki dari rumah ini…“
Inilah akhir dari segalanya. Sudah cukup semua yang ingin kukatakan. Aku kembali menggenggam erat gagang koperku. Kupejamkan mataku yang sudah terasa sembab. Wajahku kini benar-benar basah karena airmataku yang tidak berhenti mengalir. Kubungkukkan badanku 90 derajat penuh. Sampai rasanya aku hampir mencium lututku sendiri.

Shen bian (ji mo zai man yan)
(Around me (loneliness is spreading))
Zhe shi xian (bei lei shui mo hu jiao dian)
(This vision (is being blurred by tears))

Airmataku deras berjatuhan. Aku tetap membungkuk . hatiku masih merasa ada yang kurang yang belum aku ucapkan. Kata-kata yang selama ini kupendam sampai akhir. Yang tak pernah kuucapkan padanya. Aku mengangkat tubuhku. Kutatap sekali lagi wajah Key dari dekat untuk yang terakhir kalinya. Mungkin besok aku tak bisa lagi berada sedekat ini dengannya. Kutarik nafas panjang.

Yi ju “wo ai ni”
(A sentence “I love you”)

“ Sa…sarang..saranghaeyo Key..!! Saranghaeyo…!! Aku mencintaimu…aku sungguh-sungguh mencintaimu Key…!!“ Ucapku sambil tersenyum pahit. Getir. Sampai akhir aku hanya bisa menyimpan semuanya didalam hatiku saja. Tanpa pernah didengar sedikitpun olehnya.

shen shen liu zai le xin di fang zai le chun bian
(I left it deep in the bottom of my heart and put it on the tip of my lips)

Setelah puas menatapnya,, kukuatkan hatiku untuk membalikkan badan dan mengakhirinya. Kulangkahkan kakiku dengan sangat berat menuju pintu kamar Key. Kubuka pintunya, langkahku telah sampai diambang pintu. Aku tak ingin menoleh lagi kebelakang. Walaupun keinginan itu begitu kuat merasukiku. Namun, aku tahu.. sekali aku menoleh,, aku tak akan pernah sanggup untuk meninggalkannya. Aku telah mengambil keputusan. Dan aku tak bisa mundur lagi.
“ Selamat Tinggal, Key…!! Selamat Tinggal..!!“
Aku menutup pintu kamarnya dengan pelan. Aku tak tahu apa aku akan menyesali semua ini. Yang aku tahu, ini adalah cara yang terbaik untuk mengakhiri segalanya. Lebih cepat..maka semuanya akan lebih baik.“Aku tak akan menyesalinya,,, aku tak akan menyesalinya…“ bisikku dalam hati. Aku bergeser ke sebelahnya. kembali menatap pintu didepanku. Pintu kamar Minho, namja yang sudah jelas mencintaiku, tapi kutolak cintanya. Huh…! mungkin semua orang akan menghujatku karena aku bodoh telah menolaknya. Padahal, dia 1000 x lipat sudah pasti akan menjagaku, menyayangiku dan mencintaiku jika aku menerimanya. Tapi..tetap saja aku tak bisa mencintainya. Kubungkukkan tubuhku sekali lagi. Aku merasa sangat bersalah pernah menyakitinya.
Aku berbalik, kulihat kamar Onew diseberangnya. Kulakukan hal yang sama.begitu juga saat aku kembali bergeser ke depan kamar Taemin. Aku kembali membungkukkan badanku.
Aku tiba di pintu kamar terakhir. Pintu kamar milik namja yang paling kusayangi. Jonghyun. Orang yang selama ini selalu membantuku setiap kali aku berada dalam kesulitan, kesedihan dan yang selalu ada untukku.
“ Aku..pamit. maaf telah banyak menyusahkanmu Jonghyun. Aku selalu saja menangis didepanmu. Dan terima kasih untuk semua bantuannya selama ini. aku tidak akan melupakannya.” Aku diam sejenak. Lalu teringat sesuatu. Aku tersenyum malu ditengah tangisku.
“ Dan juga terima kasih untuk hal yang pernah kau lakukan di box telepon umum dulu..!! aku tak akan pernah melupakannya…kalau ciuman pertamaku,,adalah seorang SHINee Jonghyun.” Aku membungkuk untuk yang kesekian kalinya. Lalu aku melangkah berbalik meninggalkan lorong kamar itu. dan berjalan menuruni tangga. aku sampai di bawah. Kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan. Dapur, ruang televisi, meja makan, ruang tamu. semua terlihat jelas di depan mataku. Semua kenangan berputar di depan mataku. Setiap sudut adalah kenanganku bersama SHINee. Bayangan kami yang berisik di depan meja makan, tawa kami ketika menonton TV, semua hal yang kami pernah lakukan bersama…kembali bermain di depanku. Kubiarkan saja airmataku mengalir, sementara bibirku tersenyum mengenangnya.
Aku berjalan menyusuri ruangan. Menuju pintu keluar terakhir. Aku memegang kenop pintu dan memutarnya. Aku menoleh kebelakang, lalu dengan mantap kulangkahkan kakiku keluar dan dengan cepat..kututup pintunya. Suara petir menyambutku ketika aku melangkah keluar. Aku berjalan cepat menuju pagar sebelum hujan datang .namun terlambat,,, saat aku mencapai pagar.. hujan telah mengguyur tubuhku. Aku pasrah. Mungkin alam mengikuti keadaan hatiku yang sangat sedih sekarang. Aku memandang rumah besar itu sekali lagi. Aku benar-benar menangis tersedu-sedu sekarang. Jeritan hatiku meraung-raung bilang kalau aku tak ingin pergi dari sana. Aku membungkuk untuk yang terakhir kalinya.

An xia zan ting de shi jian zhi dao ni zai ci chu xian
(I hit pause on time until you appear again)
Wu fa cheng shou mei you ni de mei yi tian, oh no
(I cannot stand each of the days without you, oh no)

“ Kamsahamnida….Kamsahamnida….kamsahamnida….karena telah menerimaku selama ini., karena telah merawatku, menjagaku, dan bersamaku selama ini…!!.” Tubuhku basah kuyup diguyur hujan lebat. Suara petir terus saja memekakkan telingaku.

Wo ai ni bu hui gai bian
(I love you, it will not change)

“ Key…!! Aku mencintaimu…dan itu tak akan berubah…” ucapku sekali lagi. “ Sekali lagi,,, selamat tinggal….!!!”

Wo ai zhe ni dao yong yuan
(I’ll be loving you till eternity)

Part 66

5 thoughts on “MY SHINee GIRL Part 65

  1. hana fukui

    aigooo,, author ceritanya mengenaskan hati, aku ampe nangis gaje… ampe di kira di putusin pacar, ehh babbo!!

    Reply
  2. shafsappire

    wahhh aku baru baca FF ini tapi udah kecantol banget… aku sampe harus nyiapin tissue setiap mau baca FF ini🙂 serrruuuu !!!!!!

    Reply
  3. Young Ae

    Wah, stelah nunggu lama akhirnya di post juga.. Cepet update yah, aq dah gk sabar nunggu lanjutannya,.. Bener-bener bkin terharu n ngakak.. Hwaiting!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s