Honey Part 4

—————–

Honey Part 4

—————–

Author : Puthrie Shairis As

Judul   : ~ Honey ~

Genre  : Romance, komedi (?)

Type    : Series

Cast     : Hanna Scharen Karl a.k.a Hanna, Han Soo Yun a.k.a You (Reader), Kim Kibum a.k.a Key SHINee, Lee Jinki a.k.a Onew SHINee, Choi Minho a.k.a Minho SHINee, Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun SHINee, dan Lee Taemin a.k.a Taemin SHINee

Other Cast  : Park Jun Hea a.k.a Jung Hea, dan Paul ( yang lain, tergantung perkembangan cerita)

Soo Yun memandang Jung Hea heran. Ia berhenti memberontak, perlahan ia mendongakkan kepalanya melihat wajah orang yang membekapnya.

“Han Soo Yun, kita harus bicara!” seru namja itu serius.

Soo Yun terdiam membatu. Dia terperangah, matanya kini bertatapan tepat dengan kedua bola mata namja itu. Wajah mereka begitu dekat, bahkan Soo Yun bisa merasakan hembusan nafas dan bisa mencium wangi parfum namja itu.

Bagi Soo Yun, saat itu waktu seakan berhenti, ia menatap wajah namja itu menyeluruh. Matanya bulat besar, hidungnya mancung dan bibirnya seksi. Tatapan matanya begitu mempesona, sungguh melebihi sosok pangeran yang selama ini pernah di bayangkannya.

“Mianhae, aku pinjam dulu temanmu hari ini. Tidak apa-apa kan?” tanya namja tampan itu pada Jung Hea yang masih berdiri diam di tempatnya.

“A..ah.. Ne, gwenchana..” jawab Jung Hea gugup begitu tersadar dari lamunannya.

“Gomawo..” jawab namja tampan itu mengumbar senyuman manisnya dan menarik lengan Soo Yun lembut untuk mengikutinya. Jung Hea manatap kepergian Soo Yun dan namja tampan itu dalam diam, dia masih belum bisa mempercayai apa yang baru saja di lihatnya.

“itu… dia… membawa Soo Yun?? Tapi.. itu…” Jung Hea masih menatap namja itu dari kejauhan. Otaknya berpikir keras, berusaha mencari suatu jawaban yang pasti.

“Aigo.. Ayolah Jung Hea… aku tau namja itu.. aku tau…” gumam Jung Hea seraya memukul-mukul kepalanya.

Sementara itu, Soo Yun masih belum tersadar dari lamunannya. Ia tampak bingung dan kaget, tetapi ia sama sekali tak memberontak begitu namja itu menarik lengannya dan membawanya pergi.

Soo Yun menatap punggung lebar namja itu lama, lalu beralih melirik wajahnya. Namja itu sangat tampan, tubuhnya juga tinggi tegap, namja ini benar-benar membuat Soo Yun semakin penasaran.

“KYaaaaaa…… Minho!!!!!!!!!!!!” Teriak Jung Hea tiba-tiba yang mengagetkan Soo Yun dan membuat langkah namja tampan itu terhenti.

Soo Yun menatap namja itu heran, “Min..minho..??” ulang Soo Yun ragu.

Namja itu meliriknya dan menyeringai lebar, ia menggeleng-geleng kepalanya beberapa kali sebelum akhirnya menarik lengan Soo Yun keras dan mengajaknya berlari.

“Mwo?? Hwaa…. Hei.. apa yang kau lakukan? Kenapa tiba-tiba berlari?!!!” teriak Soo Yun keras seraya berusaha mengimbangi langkah kaki namja itu yang mulai berlari semakin cepat.

“Menurutmu??” goda namja itu seraya melirik Soo Yun dan kembali menyeringai lebar, menikmati setiap terpaan angin di wajahnya. Kening Soo Yun berkerut, entah kenapa tiba-tiba saja instingnya memaksa kepalanya untuk menengok ke belakang.

“Hiiiiaaa….” Pekik Soo Yun kaget begitu di lihatnya beberapa yeoja berlari mengejar mereka, termasuk Jung Hea yang terlihat di barisan paling depan.

“MINHO..!!!!!”

“MINHO..!!!!!”

“MINHO……………..!!!!!!!” terikan demi teriakan itu mulai terdengar semakin keras. Soo Yun tampak semakin panic, tetapi langkah kakinya mulai melambat, keringat sudah mulai meluncur keluar dari setiap pori-pori kulit wajahnya.

Minho melirik Soo Yun yang mulai kualahan, otaknya mulai berpikir mencari jalan keluar, semua kejadian ini benar-benar di luar dugaannya.

“Aigo.. bagaimana ini??” gumam Minho bingung seraya menggigit bibir bawahnya kuat.

Matanya mulai memandang jalan di depannya menyeluruh, semua orang mulai tampak memperhatikannya, Minho merasa semakin tersudut, ia sudah hampir putus asa saat iya melihat sebuah gang kecil di belakang tong sampah besar di samping dua toko baju di perempatan jalan. Tanpa banyak berpikir lagi, ia menarik lengan Soo Yun keras dan membawanya menyelinap masuk di gang kecil dan gelap di sana. Soo Yun sudah benar-benar di ujung tenaganya hanya menurut tanpa memberontak sedikitpun.

“Hhh…Hhh…Hhh…” Soo Yun menyandarkan punggungnya di dinding gang, kakinya lelah, lututnya mulai lemas, ia merosot turun hingga akhirnya terduduk di tanah dengan kaki yang tertekuk di depan dada. Soo Yun membenamkan wajahnya di antara kedua kakinya dalam-dalam, berusaha untuk menetralkan debaran jantung dan nafasnya.

Sementara itu Minho masih mengawasi dari balik tong sampah besar di depannya, berharap tak ada seorangpun yang berhasil menemukannya.

“Minho…?!”

“Minho?!” terdengar beberapa yeoja masih memanggil namanya, tetapi suara itu mulai terdengar menjauh hingga akhirnya benar-benar lenyap dari pendengarannya.

“Hhh…” Minho menghela nafas lega, ia menyandarkan punggungnya ke dinding, lalu melirik Soo Yun yang sudah terkulai lewas di sampingnya, entah kenapa, senyuman manis justru mengembang di kedua sudut bibirnya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Minho seraya berjongkok untuk menyetarakan dirinya dengan Soo Yun.

Soo Yun mengangkat wajahnya, ia terlihat kesal tetapi tak ada satu katapun yang keluar dari bibir kecilnya. Minho kembali menyunggingkan senyuman manisnya, ia beralih membantu Soo Yun berdiri.

“Mianhae, aku tidak menduga ini akan terjadi” ucapnya tulus.

“Lagi…” kata Soo Yun akhirnya.

“Ini terjadi lagi!! Kenapa aku selalu sial? Baru saja semalam rasanya aku mengalami ini, di kafe itu… Oh tuhan… apa dosaku?!” runtuk Soo Yun miris. Minho kembali mengumbar senyum, Soo Yun menatapnya semakin kesal.

“kenapa kau selalu tersenyum? Apa menurutmu ini lucu?!” gerutu Soo Yun sebal.

“Mianhae, bukan begitu. Ayo, aku traktir kau makan, lagipula aku sudah bilang, ada yang ingin aku bicarakan denganmu!” jawab Minho seraya berjalan perlahan keluar.

Soo Yun menatap punggung Minho beberapa saat, sebenarnya dia benar-benar kesal sekarang, tapi entah kenapa, melihat Minho dan senyumannya, ia jadi merasa semua kejadian barusan benar-benar lelucon dan kekonyolan.

Soo Yun mengumbar senyum tipis, ia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali. “ini semua benar-benar hal tergila yang pernah aku alami dalam hidupku!” gumamnya menahan tawa.

*****

“Annyeong, sampai jumpa besok Hanna!” pamit namja-namja itu akhirnya. Bel tanda pulang baru saja terdengar beberapa menit lalu, tapi kelas sudah mulai sepi, tampaknya para siswa tampak senang karena hari ini sekolah berakhir lebih cepat dari biasanya.

Taemin masih duduk di tempatnya, ia memandang Hanna di depannya lama. Matanya terus memperhatikan yeoja itu sedari tadi, sejak tadi pagi, ia bahkan belum ada bicara satu katapun dengannya. Taemin tampak gugup dan ragu, ingin rasanya ia menyapa yeoja di depannya itu, tapi perasaan takut akan penolakan selalu menghantuinya.

“kenapa kau terus menatapku?” tegur Hanna tiba-tiba tanpa menoleh sedikitpun. Taemin tersentak kaget, ia tampak panic dan gelagapan.

Ba..bagaimana dia bisa tau?? Pikir Taemin.

“Hari ini pulang cepat, tapi aku belum ingin kembali ke rumah. Aku ingin jalan-jalan!” ucap Hanna seraya berdiri dari duduknya.

“Kau harus menemaniku!” lanjutnya seraya sedikit mendongak ke belakang.

“Mwo? A..Aku??” tanya Taemin kaget.

“Ne, waeyo? Kau tidak mau?” tanya Hanna lagi, kini ia berbalik dan menatap Taemin.

“A..Anio, bukan begitu, aku…”

“Kajja, aku ingin pergi ke bioskop!” potong Hanna seraya berjalan menuju pintu keluar. “Aa…Ne.. tunggu aku!” jawab Taemin cepat seraya berjalan cepat untuk mengimbangi langkah Hanna.

*****

Sruuupp…

Soo Yun menghabiskan botol air mineral keduanya, kelihatannya adengan berlari tadi benar-benar berhasil membuatnya dehidrasi tingkat tinggi.

“Hhh… astaga, aku sudah menghabiskan dua botol!” celetuk Soo Yun tak percaya. Minho kambali tersenyum tipis, ia benar-benar menjadi merasa bersalah dengan yeoja di depannya itu.

Kini mereka berada di sebuah kafe yang terletak tak begitu jauh dari tempat mereka bersembunyi tadi, mereka memilih meja yang berada di pojokkan kafe, berusaha agar tak lagi menjadi pusat perhatian, dan untuk mengatasi adanya orang yang mengenali mereka (baca: Minho).

“kau tambah satu botol lagi?” tanya Minho. Soo Yun menggeleng, ia lalu melipat kedua tangannya di atas meja dan menatap Minho lurus.

“jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku? Aku bahkan tak mengenalmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Soo Yun tak sabar.

“Aku pikir… kita pernah bertemu. Mmm… kau ingat, semalam, di kafe, kim kibum dan teman-temannya” jelas Minho. Kening Soo Yun berkerut, “kim kibum? Kafe? Teman-temannya?” ulang Soo Yun.

“Ah benar! Namja tidak tau sopan santun itu! Jadi kau salah satu dari temannya waktu itu?” tanya Soo Yun.

“benar.” Jawab Minho mengumbar senyum.

“aku tau kalau kalian, umm… di jodohkan. Tapi, Mianhae sebelumnya, Kibum, dia itu.. maksudku kami.. sebenarnya tidak diperbolehkan untuk pacaran oleh managemen kami, jadi kami harap kau jangan bocorkan masalah perjodohan ini untuk sementara waktu!” jelas Minho to the point.

“hey, aku juga tak suka dengan perjodohan ini!” gerutu Soo Yun.

“Oh, ne aku tau, tapi maksudku….”

“Ne..ne… aku paham maksudmu. Aku tidak akan membocorkannya!” janji Soo Yun kesal.

Sejak awal aku memang sudah punya firasat buruk tentang perjodohan ini! Gumam Soo Yun dalam hati.

*****

“Hiiiaaaaa…..!!!!!” pekik Taemin keras seraya mengangkat tas sekolahnya agar menutupi wajahnya. Soo Yun melirik Taemin malas, kini mereka sudah berada di bioskop. Hanna memilih untuk menonton film horror, tapi sejak tadi justru Taemin yang terus histeris dan berteriak ketakutan setiap hantu di dalam film muncul.

“Hey, kenapa ka uterus beteriak!” tegur Hanna kesal.

“Hantunya mengerikan. Apa kau tidak takut? Sejak awal aku sudah bilang kita menonton film romace saja!” jawab Taemin tanpa berani menatap layar film di depan.

“kau pikir aku bodoh? Kalau seorang namja dan yeoja pergi berdua ke bioskop dan menonton film romance, itu namanya kencan! Dan aku hanya mau kencan dengan Key oppa!!” jawab Hanna sewot.

Mendengar itu taemin menyeringai lebar, “kau benar, tapi.. bukankah kita memang sedang berkencan?” goda Taemin jail.

Plaakkk

Hanna memukul kepala Taemin keras.

“Aww…” pekik Taemin seraya mengelus-elus kepalanya. “kenapa kau memukulku?!”

“itu balasan untuk kata-katamu tadi. Kita tidak berkencan! Kau sama sekali bukan tipeku!!” jawab Hanna cuek seraya mencomot popcornnya.

“benarkah? Memangnya tipemu seperti apa? seperti Key hyung?” tanya Taemin penasaran.

“kau sudah tau sendiri jawabannya…” jawab Hanna tanpa mengalihkan pandangannya dari layar film di depan.

Taemin dia sejenak, otaknya mulai berpikir.

“seperti.. Key hyung? Kau suka laki-laki yang cerewet?” tanya Taemin refleks. Mendengar itu dengan cepat Hanna menoleh dan menatap Taemin tajam.

“siapa yang kau maksud cerewet!!” bentak Hanna sebal. Taemin menyeringai lebar, ia tertawa menahan rasa malu dan takut “hehehe… Mianhae, aku keceplosan. Key hyung orang yang baik.. sungguh!” ralat Taemin.

Hanna mengangguk-angguk setuju, “tepat sekali! Nah sekarang coba lihat filmnya. Hantunya tidak menyeramkan!” ucap Hanna seraya mengalihkan pandangannya pada layar film di depan. Tapi pada saat yang bersamaan, di detik yang sama wajah hantu dari dalam film muncul dan mengagetkan semua orang.

“KYaaaaaaaaaaa……………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Pekik Hanna keras. sementara Taemin, dia terdiam membatu seribu bahasa, tampaknya malam ini ia akan sulit untuk tidur.

“Aigo… kenapa setannya muncul tiba-tiba sih? Ngagetin aja!!” gerutu Hanna begitu mereka keluar dari bioskop. Taemin yang mendengar itu hanya tersenyum kecut, “aku sudah bilangkan, hantu itu menyeramkan!” jawabnya pelan.

Langkah Hanna tiba-tiba terhenti, sesuatu di depan benar-benar menarik perhatiannya.

“bukankah itu…” kata-kata Hanna menggantung. Kening Taemin berkerut, ia lalu mengikuti arah pandang Hanna dan.. “bukankah itu Minho hyung?!” seru Taemin kaget.

“dia bersama yeoja! Siapa dia??” tanya Hanna penasaran sembari memincingkan matanya berusaha melihat wajah yeoja yang kini duduk di depan Minho.

“itu, Noona yang kemarin?!” gumam Taemin ragu. Hanna menoleh cepat dan memandnag Taemin penuh rasa ingin tau, “kau mengenalnya? Siapa dia?” tanya Hanna penasaran.

“Eee… aku tidak yakin, tapi.. itu sepertinya Noona yang menjadi calon isteri…” kata-kata Taemin terhenti. Dengan cepat ia membekap mulutnya sendiri, ia melirik Hanna yang menatapnya bingung.

“siapa? Calon isteri siapa??” desak Hanna tak sabar.

“A..Anio. hehehe… lupakan saja, sepertinya bukan, aku salah mengenali orang” ralat Taemin cepat. Kening Hanna berkerut, “benarkah?” tanya Hanna penuh rasa curiga.

“Nn..ne.. aku salah” jawab Taemin gugup. Hanna mengalihkan pandangannya pada yeoja tadi, ia menatap yeoja itu dalam, entah kenapa, tiba-tiba saja ia merasa tidak menyukai yeoja itu.

Aku tidak suka yeoja itu! Pikirnya.

*****

“Annyeong… kami pulang!” seru Taemin dan Hanna bersamaan begitu menginjakkan kaki di depan pintu dorm.

“Wah, kalian sudah pulang?!” jawab Jonghyun yang sedang asyik menonton tv di ruang depan.

“Ne hyung” jawab Taemin seraya berjalan mendekatinya dan duduk di sofa. Sementara Hanna tanpa banyak bicara langsung masuk ke dalam kamarnya.

“darimana kalian?! Hari pertama Hanna sekolah dan kalian sudah pulang bersama. Seperti sepasang kekasih!” goda Jonghyun menyeringai lebar. Taemin balas menyeringai, “kami tadi pergi nonton ke bioskop!” cerita Taemin bangga.

“Mwo? Secepat itukah??” seru Jonghyun kaget.

“Hehehe… tapi dia bilang itu bukan kencan!” jawab Taemin cengegesan. Jonghyun merangkul leher Taemin dan berbisik “dia cantik, kau pasti menyukainya bukan?!” tanya Jonghyun genit.

“Ahahaha.. hyung, kau ini!” jawab Taemin malu seraya melepaskan rangkulan Jonghyun.

“dimana Key hyung dan Onew hyung?” tanya Taemin mengalihkan pembicaraan.

“Ooh, mereka ada pekerjaan, mungkin pulangnya larut malam!” jawab Jonghyun santai. Taemin mengangguk-angguk mengerti, tapi beberapa detik kemudian ia kembali teringat kejadian tadi siang.

“hyung, tadi aku melihat Minho hyung dan Soo Yun noona di kafe berdua!” cerita Taemin tiba-tiba. “Ne aku tau, aku, Onew dan Key sudah membicarakannya tadi pagi. Dan kami memilih Minho untuk bicara dengan gadis itu!” jawab Jonghyun tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.

“Benarkah?! Kalian tidak menungajakku untuk berunding?!” tanya Taemin kecewa.

“Kau kan sekolah, terlalu lama untuk menunggumu pulang. Lagipula, bukankah kau harus menemui menager hyung di kantor managemen??” kata Jonghyun mengingatkan.

“Mwo? Benarkah?!” tanya Taemin kaget. “Aigo.. aku belum mandi!!” pekik Taemin panik seraya begegas masuk ke dalam kamar lalu menuju kamar mandi.

Jonghyun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Taemin, “kau masih muda, harusnya kau ingat!” teriak Jonghyun tak habis pikir.

*****

Tek..tek..tek..tek..

Bunyi detak jarum jam terdengar jelas. Malam ini dorm benar-benar sepi, semua orang belum pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Jonghyun yang menemani Hanna di dorm sudah terlelap sendari tadi di kamarnya. Sementara Hanna sedetikpun masih belum bisa menutup matanya.

Bayangan akan wajah hantu dari film yang tadi siang di tontonnya terus membayanginya. Hanna bergidik ngeri, dorm ini terlalu sunyi, membuatnya benar-benar merasa takut.

Berkali-kali Hanna berusaha untuk tidur, tapi selalu gagal. Untuk pertama kalinya ia harus mengakui, ia takut tidur sendirian.

“Omonna, harusnya kau mendengarkan Taemin tadi! Mungkin akan lebih baik kalau kami menonton film romace!” sesal Hanna.

Setelah lama berpikir, akhirnya Hanna bangun dari tidurnya dan beranjak keluar. Ia menyeret boneka beruang besar kesayangannya dan berjalan menuju kamar sebelah. Perlahan dibukanya pintu, dan memandang ke penjuru kamar, terlihat Jonghyun sudah tertidur pulas di tempat tidurnya.

“Aku akan tidur di sini sampai Key oppa pulang!” pikir Hanna seraya berjalan masuk dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur berseprai pink di pojokkan. Setelah sekian lama, akhirnya Hanna mulai bisa memejamkan matanya, tapi tiba-tiba…

“Nuh nan neo muh yeh bbeo

 

Keu keu nyeo reul boh neun nah neun mee chyeo

Hah hah jee man ee jehn jee chyeo

Replay Replay Replay”

Terdengar seseorang bernyanyi. Hanna terbagun dari tidurnya, ia bangkit dan duduk, lalu lagu itu terdengar lagi.

Chuh eok ee nae mam eul hahl kweo eoh

Ah ah pah seo ee jehn mam eul goh chyeo

Dah dah gah oohl ee byeol eeh nan

Replay Replay Replay

Hanna menengok ke sumber suara, dan disana terlihat Jonghyun sedang bernyanyi dalam tidurnya.

“Mwo?” pekik Hanna kaget.

“dia bernyanyi sambil tidur?” lanjutnya tak percaya. Untuk beberapa saat Hanna masih bengong sembari memandangi Jonghyun yang masih terus asyik dengan lagunya.

“Aaahh…” desah Hanna seraya kemabli berbaring dan menutupi telinganya dengan selimut. Selama beberapa menit terus begitu, Hanna masih menunggu hingga lagu itu habis dan Jonghyun kembali diam. Tapi na’asnya, kini sudah hampir jam 12 dan Jonghyun masih MENYANYI!!!

“Hiiiiaaaa…. Apa dia akan menyanyi satu album?!!” gerutu Hanna kesal seraya bangkit dari tidurnya. Hanna menatap Jonghyun kesal, ia lalu melirik boneka beruangnya, tanpa banyak bicara ia menarik boneka beruangnya dan melemparkannya tepat ke kepala Jonghyun.

Buukkk

Boneka beruangnya sukses mengenai kepala Jonghyun sebelum akhirnya jatuh ke lantai. Jonghyun terbangun, ia terduduk di tempat tidurnya. Hanna tersenyum puas, tapi beberapa detik kemudian…

“*a.mi.go!

Keunyeol boda naega michyeo

 

A.mi.go!

Iri sone an jabhyeo

A.mi.go!

Yonggi nae naneun pitch up!

Eoddeokhae eoddeokhae”

Jonghyun kembali tidur dan BERNYANYI lagi!

“Mwo? Kau pasti bercanda!!!” pekik Hanna shock. Ia menatap Jonghyun tak berkedip selama beberapa saat.

“Aigo…” runtuk Hanna akhirnya seraya kembali berbaring dan menutupi telinganya dengan bantal. “Aarrgghhh… ini gila!!!” pekiknya tak tahan.

Jonghyun terus bernyanyi, kini jam sudah menujukkan pukul setengah satu malam dan Hanna sedetikpun belum juga bisa menutup matanya.

“Omonna aku sudah tidak tahan!!!” seru Hanna akhirnya begitu berada di puncak rasa kesabarannya. Ia bangkit dari tidurnya dan berjalan menghampiri Jonghyun.

Ia naik ke tampat tidur Jonghyun dan naik ke atas tubuh Jonghyun. Dia duduk di atas kedua paha kaki Jonghyun dan mengambil boneka beruangnya yang tergeletak di lantai.

“Bisakah kau diam?!!” teriak Hanna seraya memukul-mukul dada Jonghyun dengan boneka beruangnya.

“Aku mohon diam!!! Aku mau tidur!!!” seru Hanna masih sambil memukul-mukul Jonghyun dengan bonekanya. Tapi apa dikata, Jonghyun bahkan tak membuka matanya sedikitpun.

Cerkrek!!

Terdengar pintu kamar di buka.

“Huuaaaaa……….!!!!!!!! Apa yang kau lakukan?!!!!!” Pekik Onew histeris begitu muncul dari balik pintu dan mendapati Hanna yang duduk di atas tubuh Jonghyun.

“Hyung! Kenapa berteriak?!!” Maki Key yang juga muncul di belakang Onew. Key mengikuti arah pandangan Onew dan..

“Hhiiiaaaa…. Hanna!!!” pekiknya tak kalah keras.

“kalian berdua sedang apa???!!!” teriak Onew dan Key bersamaan.

Part 5

8 thoughts on “Honey Part 4

  1. siscahaena

    wkkwwkkkkk…. endingnya keren!! hahaha… aku g bisa bayangin lo tidur bareng ma jjongie, g usah repot nyalain mp3 atau radio.. dah langsung dari penyanyinya.. hehehe….tapi kayaknya kok si Soo Yun senengnya ma minho ya? bener g sich? ahhh… makin penasaran…!!

    Reply
  2. fitriana amelia

    wahhh si jong kebo nih udh di lempar pake boneka trs di tindiin ga bangun” jga hahaha

    lanjut ff.a …..

    Reply
  3. Pingback: Honey Part 3 | LOCKETS-Indonesia's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s